Efektivitas Pergantian Pelatih di Tengah Kompetisi Liga 1 2017

Bali United, salah satu tim yang sukses mengganti pelatih di tengah musim Liga 1 2017
Bali United, salah satu tim yang sukses mengganti pelatih di tengah musim Liga 1 2017

oleh Zaidan Hilman Karami

Kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, Gojek Traveloka Liga 1, telah berakhir pada pertengahan bulan November 2017, dengan Bhayangkara FC keluar sebagai juara. Ketatnya kompetisi tahun ini tergambar dari penentuan gelar juara yang harus ditentukan di beberapa pekan terakhir.

Salah satu aspek penting dalam perjalanan klub dalam mengarungi sebuah kompetisi adalah susunan tim pelatih, terutama pelatih kepala. Ketatnya kompetisi tahun ini juga terlihat dari banyak klub yang melakukan pergantian pelatih saat kompetisi berjalan, bahkan ketika masih di awal musim. Tercatat hanya enam klub yang tidak melakukan pergantian pelatih hingga akhir musim, yakni Barito Putera, Bhayangkara FC, Madura United, Persija, Gresik United dan PSM.

Tulisan ini akan membahas tiga pergantian pelatih di tengah musim yang paling efektif dalam meningkatkan persentase kemenangan dan posisi klub di klasemen. Ada beberapa catatan terkait dengan analisis ini. Pertama, pelatih sementara (caretaker) yang mendampingi tim dalam pertandingan tidak dianggap sebagai pelatih. Kedua, Persib tidak dimasukkan dalam analisis karena sering didampingi oleh pelatih dan asisten pelatih secara bergantian.

Total, ada 15 pelatih yang diganti saat kompetisi bergulir. Pelatih yang diganti sebelum paruh musim berjumlah sembilan orang. Sedangkan pelatih yang diganti setelah paruh musim ada enam orang.
Berikut adalah tiga pergantian pelatih paling efektif di Gojek Traveloka Liga 1 berdasarkan persentase kemenangan klub dan posisi klub di klasemen.

1. PS TNI – Rudy Eka Priyambada menggantikan Ivan Venkov Kolev
Rudy Eka Priyambada sebelumnya merupakan pelatih Celebest FC. Pelatih berusia 35 tahun ini menggantikan Ivan Venkov Kolev pada pekan ke-25. Rudy mencatat persentase kemenangan 50%, jauh lebih tinggi catatan Ivan Kolev (28.57%) Di akhir musim, PS TNI asuhan Rudy bertengger di perignkat ke-12, naik 3 tingkat ketika ditinggal Ivan Kolev.

PS TNI dibesut oleh tiga pelatih berbeda sepanjang musim, namun semakin membaik ketika ditangani Rudy Eka
PS TNI dibesut oleh tiga pelatih berbeda sepanjang musim, namun semakin membaik ketika ditangani Rudy Eka

2. Perseru – Agus Yuwono menggantikan Yusak Sutanto
Yusak Sutanto menjadi pelatih Perseru sejak awal tahun hingga pekan ke-8. Setelah performa Perseru tak kunjung membaik, posisinya digantikan oleh Agus Yuwono, yang sebelumnya berstatus sebagai pelatih Perseru U-19. Keputusan ini berbuah manis, karena Agus Yuwono memiliki persentase kemenangan hampir tiga kali lipat lebih besar daripada Yusak Sutanto. Selain itu, Agus juga berhasil membawa Perseru lolos dari jerat degradasi, setelah di pekan pamungkas berhasil menang secara dramatic atas Persib.

3. Bali United – Widodo Cahyono Putro menggantikan Hans Peter Schaller
Hans Peter Schaller hanya bertahan selama dua pekan di Liga 1. Posisinya digantikan oleh Widodo Cahyono Putro, yang di kompetisi ISC A 2016 membesut Sriwijaya FC. Coach Wid langsung membawa dampak positif dan mencatat persentase kemenangan sebesar 66,7%. Mantan punggawa tim nasional Indonesia ini mampu mendongkrak posisi Bali United dari papan bawa hingga bersaing dalam perebutan gelar juara. Namun, Widodo dan Bali United harus puas mengakhiri musim di peringkat dua.

Grafik 3 tim dengan pergantian pelatih paling efektif berdasarkan persentase kemenangan
Grafik 3 tim dengan pergantian pelatih paling efektif berdasarkan persentase kemenangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *