posted by on Recapitulation

No comments

Oleh Sirajudin Hasbi@hasbisy

tribunnewsdotcom

Peserta Sunrise of Java Cup 2015
sumber: tribunnews.com

Bali United menempati peringkat kedua turnamen Sunrise of Java Cup di bawah Arema. Hasil tersebut berkat dua kemenangan atas Persewangi Banyuwangi dan Garuda All Stars serta kekalahan di partai perdana melawan Arema.

Dari tiga pertandingan yang dilakoni, Pasukan Tridatu –julukan Bali United—mampu mencetak delapan gol dan kebobolan lima gol. Tiga nama layak disebut sebagai pemain terbaik klub kebanggaan Semeton Dewata –suporter Bali United—ini mengingat peran mereka vital dalam tiga pertandingan.

baca juga: Rapor Penampilan Bali United di Sunrise of Java Cup 2015

Tim Labbola mengumpulkan data statistik anak asuh Indra Sjafri selama penyelenggaran turnamen yang dilangsungkan di Stadion Diponegoro tersebut. Berikut 3 pemain dengan penampilan statistik terbaik versi Labbola.

balidottribunnewsdotcom

Tim Bali United di Sunrise of Java Cup 2015
sumber: bali.tribunnews.com

Lerby Eliandry kembali produktif
Lerby Eliandry yang kembali diplot sebagai penyerang utama Bali United tampil produktif dengan mencetak tiga gol dari tiga pertandingan yan dijalani. Saat kalah 2-1 dari Arema, satu-satunya gol anak asuh Indra Sjafri dicetak olehnya.

Setelah tidak mencetak gol saat melawan Persewangi Banyuwangi di mana dia hanya bermain selama 60 menit, Lerby bangkit di partai terakhir. Tampil sebagai pengganti, selama 39 menit di lapangan, Lerby mampu mencetak dua gol.

Selain mencetak gol, Lerby dua kali mengkreasi peluang. Jumlah yang sama dia catatkan tatkala bersua Arema. Sepanjang turnamen Lerby melakukan 15 kali tembakan dengan sembilan di antaranya menemui sasaran dan enam lainnya meleset. Dia juga membuat 34 operan sukses dan 15 sundulan sukses.

20150806 (2) Tiga Pemain Terbaik Bali United di Sunrise of Java Cup - 2

Statistik Lerby Eliandry di Sunrise of Java Cup 2015
klik pada gambar untuk memperbesar

I Nyoman Sukarja menyita perhatian
Pemain kedua yang bisa disebut terbaik adalah I Nyoman Sukarja. Pemain lokal Bali ini bisa disebut menyita perhatian. Ketika tak banyak orang memperhitungkannya dan hanya sebagai cadangan Lerby, Nyoman Sukarja menunjukkan kualitasnya.

Tampil sebagai cadangan di dua pertandingan awal, Nyoman Sukarja menjadi pemain inti di partai terakhir melawan Garuda All Stars. Pada pertandingan yang dia jalani selama 73 menit itu dia mencetak dua gol dari tiga peluang yang dia ciptakan. Dari pertandingan itu, Nyoman Sukarja melakukan dua tembakan ke gawang yang keduanya tepat sasaran dan menjadi gol.

Secara keseluruhan, Nyoman Sukarja bermain selama 139 menit. Pada kesempatannya turun ke lapangan, dia menciptakan empat peluang, melakukan empat percobaan tendangan dengan tiga di antaranya tepat sasaran serta satu meleset. Nyoman Sukarja juga mencatatkan 46 umpan sukses dan tiga sundulan. Jumlah umpan yang dihasilkan lebih banyak dibanding Lerby yang bermain selama 184 menit.

20150806 (2) Tiga Pemain Terbaik Bali United di Sunrise of Java Cup - 3

Statistik I Nyoman Sukarja di Sunrise of Java Cup 2015
klik pada gambar untuk memperbesar

Sultan Samma juga cetak dua gol
Gelandang Bali United, Sultan Samma, juga mencetak dua gol dari tiga pertandingan yang dijalani. Pesepak bola yang pernah bermain untuk Persiba Balikpapan itu tampil sebagai pemain inti kala menghadapi Arema dan Persewangi, serta masuk sebagai cadangan di 39 menit terakhir pertandingan melawan Garuda All Stars.

Dua gol Sultan Samma dicetak saat melawan Persewangi. Pada pertandingan yang dia jalani selama 63 menit tersebut, dia menciptakan satu peluang, melakukan empat tembakan yang tiga di antaranya menemui sasaran dan satu melenceng.

Total Sultan Samma bermain selama 156 menit. Dia melakukan enam percobaan tembakan dengan lima di antaranya menemuis sasaran. Dia juga membuat 51 operan sukses, tiga kali menciptakan peluang, sekali umpan silang, delapan sundulan sukses, serta enam dribel sukses.

20150806 (2) Tiga Pemain Terbaik Bali United di Sunrise of Java Cup - 1

Statistik Sultan Samma di Sunrise of Java Cup 2015
klik pada gambar untuk memperbesar

***

Tiga penyerang sudah menunjukkan kualitasnya. Tapi, Bali United menjelang Piala Presiden, serta persiapan jika Indonesia Super League kembali digelar akan tetap mencoba mendatangkan penyerang asing berkualitas. Namun jika akhirnya tak ada penyerang asing berkualitas yang didapatkan, tiga penyerang tersebut layak untuk jadi pilihan. Nama lain juga siap melejit, seperti Sutanto Tan dan Yabes Roni. Di tangan Indra Sjafri pemain-pemain muda ini akan meningkat performanya. Hal yang tentunya bagus untuk timnas Indonesia.

posted by on Recapitulation

No comments

Oleh Sirajudin Hasbi@hasbisy

tribunnewsdotcom

Sunrise of Java Cup 2015
sumber: tribunnews.com

Bali United gagal jadi juara Sunrise of Java Cup setelah kalah bersaing dengan Arema. Tapi, performa Bali United cukup bagus untuk turnamen yang digelar di Stadion Diponegoro, Bayuwangi, tersebut.

Dari tiga pertandingan, klub kebanggaan Semeton Dewata –kelompok suporter Bali United—mencetak delapan gol dan kebobolan lima gol. Hasil dari kekalahan 1-2 dari Arema, lalu menang 3-1 atas Persewangi Banyuwangi dan 4-2 atas Garuda All Stars.

Statistik umum
Sepanjang turnamen Bali United menciptakan 42 peluang. Mereka melakukan 58 tembakan di mana 32 di antaranya menemui sasaran dan 26 lainnya meleset. Mereka juga membuat 1352 umpan sukses dengan akurasi 82% dan 15 umpan silang sukses. Rata-rata penguasaan bola Bali United sebesar 60%.

Pemain Bali United juga membuat 19 dribel sukses. Sultan Samma jadi pemain yang paling sering membuat dribel sukses, yakni sebanyak enam kali. Serdadu Tridatu –julukan Bali United—juga membuat 130 sundulan sukses, 76 kali tekel sukses, 78 kali memotong bola, 56 kali sapuan, 95 kali kehilangan penguasaan bola, 12 kali offside, 52 pelanggaran, serta mengoleksi tiga kartu kuning.

balidottribunnewsdotcom

Skuat Bali United di Sunrise of Java Cup 2015
sumber: bali.tribunnews.com

Ketiga kartu kuning tersebut masing-masing diterima oleh Bayu Gatra, Ganjar Mukti, dan Sultan Samma. Tak seorang pun yang mengantongi kartu merah.

Rotasi pemain
Jika dilihat dari ketiga pertandingan tersebut, tampak bahwa bukan gelar juara yang diincar oleh Bali United. Tapi, bagaimana untuk mematangkan tim menyambut gelaran Piala Indonesia Satu –yang belakangan diganti namanya menjadi Piala Proklamasi—dan Indonesia Super League (ISL) yang rencananya digelar bulan Oktober mendatang.

Oleh karenanya, Indra Sjafri memilih untuk melakukan rotasi pemain di setiap pertandingan. Hanya Hendra Sandi Gunawan dan Wahyu Kristanto yang tampil dalam tiga pertandingan. Lainnya hanya dua atau satu pertandingan saja. Menit bermain terbanyak dipegang oleh Wahyu dengan 246 menit, sementara Hendra Sandi mengantongi 192 menit. Indra Sjafri tidak menurunkan satu pemain pun yang selalu tampil penuh di tiga pertandingan tersebut.

Untuk posisi penjaga gawang, dua kiper diberi kesempatan. Awan Setho tampil dua kali ketika melawan Arema dan Garuda All Stars. Sementara Komang Ngurah bermain saat bersua Persewangi. Hal yang sama juga terjadi di pos lainnya. Dari 24 pemain yang dibawa ke Banyuwangi semuanya memperoleh kesempatan. Pemain dengan menit bermain paling sedikit adalah bek tengah Komang Adi Parwa yang bermain selama 24 menit saja.

Twitter54a56be

Coach Indra Sjafrie memberlakukan kebijakan rotasi pemain
sumber: @BaliUtd

Catatan statistik penjaga gawang
Dua kiper yang turun berlaga tampil lumayan. Awan Setho dari dua pertandingan mencatatkan 62 operan sukses, empat kali memotong bola, sekali sapuan, serta membuat delapan penyelamatan.

Sementara Komang Ngurah membuat 15 umpan sukses, sekali tekel sukses, dua kali memotong bola, sekali sapuan, serta dua kali melakukan penyelamatan. Jika tidak ada Yoo Jae Hoon tampaknya Indra Sjafri tetap mengandalkan Awan Setho dan Komang Ngurah sebagai penjaga gawang.

Twitter3cfe16c

2 kiper Bali United di Sunrise of Java Cup 2015, Awan Setho dan Ngurah Komang
sumber: @BaliUtd

Catatan statistik bek terbaik
Ada sembilan pemain belakang yang dibawa Indra Sjafri. Kesemuanya memperoleh kesempatan bermain. Wahyu Kristanto yang paling lama turun bermain sempat menciptakan satu peluang, satu kali melepaskan tembakan yang meleset dari sasaran. Dia juga membuat 73 umpan sukses, sepuluk tekel sukses, sembilan kali memotong bola, 14 kali sapuan, empat kali kehilangan bola, sekali penyelamatan, serta lima kali membuat pelanggaran.

Bek kedua yang mencatat menit bermain terbanyak adalah Bobby Satria. Dia bermain selama 165 menit. Bobby yang tampil sebagai bek tengah sempat membuat satu peluang, sekali melakukan tembakan yang akhirnya meleset dari sasaran. Bobby total membuat 66 operan sukses, 18 kali memenangi duel udara, sekali tekel sukses, tujuh kali memotong bola, sekali kehilangan bola, serta sebelas kali sapuan.

sportdotdetikdotcom

Bali United berhasil menang atas tuan rumah Persewangi
sumber: sport.detik.com

Catatan statistik gelandang terbaik
Delapan gelandang bermain untuk Bali United di Sunrise of Java Cup. Hendra Sandi Gunawan jadi pemain tengah yang paling sering tampil. Dia bermain dalam tiga pertandingan dengan total 192 menit.

Selama bermain, dia menciptakan empat peluang, dua kali melakukan percobaan tembakan dan dua di antaranya meleset. Hendra melepaskan 136 operan sukses dan tiga umpan silang sukses. Dia juga dua kal melakukan dribel sukses, empat sundulan sukses, tujuh kali tekel sukses, serta enam kali memotong bola. Tapi, Hendra juga sempat sepuluh kali kehilangan bola.

Gelandang kedua, Fadil Sausu, bermain selama 191 menit. Dua kali sebagai pemain inti dan sekali sebagai pengganti. Fadil tiga kali menciptakan peluang, empat kali melakukan tembakan di mana sekali saja yang menemui sasaran. Fadil juga membuat 157 operan sukses, sekali dribel sukses, tujuh kali sundulan sukses, enam kali tekel sukses, delapan kali memotong bola, serta dua kali sapuan. Fadil lima kali kehilangan bola.

Sementara pemain bintang Bali United, Bayu Gatra, dua kali tampil penuh ketika bertanding melawan Arema dan Persewangi. Bayu sempat memberikan satu umpan yang jadi gol saat melawan tuan rumah persewangi. Total, Bayu menciptakan enam peluang. Dia juga melepaskan tujuh tembakan dengan empat di antaranya menemui sasaran. Bayu melepaskan 66 operan sukses, tiga kali umpan silang sukses, dua kali dribel sukses, lima sundulan sukses, tiga kali tekel sukses, serta tujuh kali memotong bola. Pemain asal Jember ini enam kali kehilangan bola.

Satu lagi gelandang yang menyita perhatian adalah Sultan Samma. Mantan pemain Persiba Balikpapan ini tampil trengginas dengan mencetak dua gol. Dia mengkreasi tiga peluang dan melepaskan enam tembakan. Dari enam tendangan itu, lima di antaranya menemui sasaran dan hanya satu yang meleset.

Catatan statistik penyerang
Di barisan penyerang Bali United ada lima nama yang bercokol. Mereka adalah I Nyoman Sukarja, Lerby Eliandry, Martinus Novianto, Sutanto Tan, dan Yabes Roni. Dua nama pertama yang jadi pilihan utama.

Keduanya juga yang paling tajam. Lerby mencetak tiga gol, sementara Nyoman Sukarja dua gol. tiga penyerang lainnya belum memperlihatkan ketajamannya. Dengan demikian bisa dikatakan dua penyerang ini yang akan jadi andalan Bali United di Piala Proklamasi mendatang.

Argumen tersebut didasarkan pada penampilan tiga penyerang lainnya. Martinus hanya sekali tampil dan itu bermain selama 51 menit. Sementara Sutanto Tan meski tampil dalam tiga pertandingan menit bermainnya hanya 91 menit dan Yabes Roni dua kali bertanding dengan durasi 56 menit. Total tembakan ketiganya hanya tiga, yakni Sutanto sekali dan Yabes dua kali, sementara Martinus gagal melepaskan satu tembakan pun. Jauh berbeda dengan statistik yang dicatatkan oleh Lerby dan Nyoman yang bisa mencetak lima gol.

***

Bali United masih perlu mematangkan permainannya mengingat turnamen Piala Proklamasi sudah dekat. Begitu pula dengan ISL jika jadi digelar bulan Oktober. Jika Indra Sjafri bisa memaksimalkan waktu yang ada untuk menjalankan program yang tentunya didukung penuh manajemen, Bali United bisa jadi kuda hitam di turnamen dan liga mendatang.

20150806 (1) Rapor Penampilan Bali United di Sunrise of Java Cup

Rapor Statistik Bali United di Sunrise of Java Cup 2015
klik pada gambar untuk memperbesar

posted by on Profile

No comments

Oleh Sirajudin Hasbi@hasbisy

independentdotcodotuk

Angel Di Maria, Sang Malaikat dari Rosario
sumber: independent.co.uk

Angel Di Maria menjadi salah satu pemain paling dibicarakan sepanjang bursa transfer musim panas jelang musim 2015/16. Performa yang kurang meyakinkan bersama Manchester United dan Louis Van Gaal yang mendatangkan dua gelandang baru, seakan membuka pintu keluar bagi pemain yang mengawali karir di Rosario Central tersebut.

Lalu, timbul pertanyaan, kemampuan seperti apa yang dimiliki Di Maria sehingga dalam beberapa musim terakhir menjadi salah satu pemain papan atas di liga top Eropa? Mengapa dia bersinar di Real Madrid dan menjadi pemain termahal Liga Inggris ketika dibeli Manchester United?

Catatan statistik pemain yang akhirnya memutuskan untuk hengkang ke Paris Saint-Germain ini memang cukup mengesankan bersama tiga klub yang pernah dibelanya. Berikut ulasan perjalanan karir klub Sang Malaikat dari Rosario.

Mengawali karir di Rosario Central
Rosario Central menjadi klub profesional pertamanya ketika dia mulai bermain dengan tim utama pada musim 2005/06. Tapi, winger lincah ini tak langsung mendapat tempat utama. Pada musim perdananya, Di Maria hanya bermain dalam 14 pertandingan, tanpa mencetak satu pun gol maupun asis.

Baru pada musim keduanya dia mulai unjuk gigi. Tampil dalam 25 pertandingan, Di Maria mencetak enam gol dan memberikan dua umpan yang berbuah gol. Dengan catatan tersebut, Benfica memboyongnya untuk diproyeksikan sebagai gelandang masa depan yang punya karir cerah.

robbiedunnedotcom

Memulai karir profesional di klub kota kelahiran, Rosario Central
sumber: robbiedunne.com

Hijrah ke Benfica
Benar saja, di Benfica, Di Maria cepat beradaptasi dan jadi komponen penting tim yang dibelanya. Musim 2007/08 jadi musim perdana di Benfica dia langsung jadi pilihan utama baik di liga, piala, maupun kompetisi Eropa. Total dia bermain dalam 44 pertandingan dengan mencetak satu gol dan empat umpan yang berbuah menjadi gol. Musim keduanya dia bermain dalam 34 pertandingan dengan catatan empat gol dan tiga asis.

Pencapaian Di Maria semakin moncer pada musim 2009/10 di mana dia bermain dalam 45 pertandingan dengan menghasilkan sepuluh gol dan 19 umpan yang berbuah menjadi gol. dia rata-rata mencetak 0,22 gol per pertandingan dan 0,42 umpan yang menjadi gol per laga. Catatan mengesankan mengenai asisnya tersebut dibawa ketika dibeli oleh Real Madrid.

marcadotcom

Namanya mencuat saat membela Benfica
sumber: marca.com

Kreator serangan Real Madrid
Di Maria mulai menjalani kiprah di El Real pada permulaan musim 2010/11. Seperti ketika di Benfica, dia langsung nyetel dengan rekan setimnya. Dia bermain dalam 53 pertandingan di semua ajang dengan mencetak sembilan gol. catatan paling pentingnya adalah memberi 20 umpan yang menjadi gol. Itu berarti rata-rata 0,38 asis per pertandingan. Catatan yang tentunya amat luar biasa.

Musim berikutnya, meski tampil hanya dalam 32 pertandingan, torehan asisnya tetap mengesankan, 16 kali yang berarti rata-rata 0,5 umpan berbuah jadi gol per pertandingannya. Di samping itu dia mencetak 7 gol.

Musim 2012/13 Di Maria kembali tampil dominan sepanjang musim. Dia turun dalam 52 pertandingan dengan mencetak 12 gol dan 13 asis. Itu jumlah gol terbanyak selama empat musim membela Los Galacticos dengan rata-rata 0,23 gol per pertandingan. Dan rata-rata asisnya 0,25 umpan berbuah gol per pertandingan.

Sementara catatan asis terbanyaknya dilakukan pada musim 2013/14 di mana dia mencatatkan 25 umpan berbuah gol dari 52 pertandingan yang dilakoninya. Itu berarti 0,48 asis per laga. Selain itu dia mencetak sebelas gol. Performa gemilangnya ini turut serta mengantarkan Real Madrid menjadi juara Liga Champion kesepuluh sepanjang sejarah klub. Di Maria sendiri dinobatkan sebagai pemain terbaik di partai final yang mempertemukan Real Madrid dengan Atletico Madrid tersebut.

ibtimesdotcodotuk

Menjadi pemain penting El Real
sumber: ibtimes.co.uk

Namun, kegemilangannya tersebut tak lantas membuat Florentino Perez –presiden Real Madrid—mati-matian mempertahankannya. Perez memilih melegonya ke Manchester United dengan banderol 59,7 juta poundsterling. Bagi Setan Merah, Di Maria penting agar bisa mengangkat performa tim yang merosot pada musim 2013/14 yang berakibat tak lolos ke Liga Champion.

Sulit Beradaptasi Di United
Sempat menjadi pemain penting pada awal musim, Di Maria merosot performanya setelah paruh musim. Meski demikian, bukan berarti dia dianggap tampil buruk musim lalu. Sepanjang musim lalu, Di Maria tampil 33 pertandingan di liga dan ajang piala domestik. Dia mencetak empat gol dan sebelas asis. Catatan umpan berbuah golnya yang rata-rata 0,33 kali per pertandingan itu merupakan yang tertinggi dibanding pemain United lainnya.

dailystardotcodotuk

Performanya menurun di Inggris
sumber: dailystar.co.uk

Tetapi, pencinta Setan Merah tetap tak menganggapnya brilian. Dengan banderol mahal dan ekspektasi besar dengan mengenakan nomor keramat, 7, pencapaian tersebut belum memuaskan. Dengan sejumlah rekrutan anyar dan masih mengecewakannya performa di musim pertama, Di Maria akhirnya memilih untuk menerima pinangan Paris Saint-Germain.

Grafik Assist Per Penampilan Angel Di Maria

Grafik assist per penampilan Angel Di Maria (2005-2015)
klik pada gambar untuk memperbesar

Mampukan Malaikat dari Rosario mampu mengembalikan performa briliannya di Paris?

20150731 (20) Statistik Angel Di Maria- Sang Malaikat Dari Rosario

Highlight statistik Angel Di Maria
klik pada gambar untuk memperbesar

posted by on Profile

No comments

Oleh Naufal Hani@naufalhanis

dailystardotcodotuk

Karir Mario Balotelli terpuruk di musim 2014-15
sumber: dailystar.co.uk

Kegagalan Liverpool menembus empat besar klasemen akhir Liga Inggris musim lalu memaksa manajemen untuk berbenah. Setelah finis di posisi kedua pada musim 2013/2014, pada musim 2014/2015 Liverpool terpuruk dan mendapati dirinya berada di peringkat keenam klasemen akhir Liga Inggris.

Kehilangan Luis Suarez yang hijrah ke Barcelona menjadi masalah yang belum dapat diatasi oleh Brendan Rodgers. Sebagai bukti, produktivitas gol Liverpool di Liga Inggris 2014/2015 adalah 52-48. Bandingkan dengan musim sebelumnya ketika Suarez masih berseragam Liverpool. The Reds menyelesaikan liga dengan produktivitas gol 101-50. Sementara rapor kebobolan gol tidak berbeda jauh, jumlah gol yang dilesakkan Sturridge dan kawan-kawan menurun hampir 50%.

Adalah Mario Balotelli, penyerang yang diharapkan publik Anfield dapat menggantikan peran Suarez dalam urusan mencetak gol ke gawang lawan. Sayangnya, harapan tak selalu menjadi kenyataan. Jangankan menggantikan peran Suarez, Balotelli bahkan kesulitan mendapatkan tempat di tim inti kesebelasan juara Liga Inggris 18 kali ini. Dari 16 kali main membela Liverpool di Liga Inggris, (10 kali sebagai starter) Super Mario hanya berhasil mencetak satu gol. Secara keseluruhan, dari total 28 kali bermain di berbagai kompetisi, Balotelli mengemas empat gol sepanjang musim 2014/2015.

ISTANBUL, TURKEY - Thursday, February 26, 2015: Liverpool's Mario Balotelli before the UEFA Europa League Round of 32 2nd Leg match against Besiktas JK at the Ataturk Olympic Stadium. (Pic by David Rawcliffe/Propaganda)

Memilih bergabung dengan Liverpool untuk bisa bermain di Liga Champions 2015-16
(Pic by David Rawcliffe/Propaganda)

Dalam artikel ini, secara khusus akan dibahas penurunan performa pemain yang akan genap berusia 25 tahun 12 Agustus nanti.

Banyak orang kaget ketika Rodgers memutuskan untuk membeli Balotelli dari AC Milan. Balotelli memang bukan pemain asal-asalan dari tim semenjana, namun reputasi buruk selalu mengikuti ke mana pun ia pergi. Hal ini yang menjadi penyebab banyak orang meragukan kemampuannya untuk mengangkat performa tim yang tengah ia bela.

Nama Balotelli mulai dikenal publik di musim 2007/2008 saat ia masih mengenakan seragam Inter Milan. Balotelli muda saat itu beberapa kali dipercaya Roberto Mancini –pelatih Inter Milan saat itu– menempati posisi penyerang dalam tim yang diturunkannya. Dari 15 kali bermain di seluruh kompetisi pada musim itu, Balotelli berhasil mencetak tujuh gol, atau rata-rata 0,47 gol per pertandingan. Jumlah yang cukup banyak untuk ukuran penyerang muda yang baru menjalani musim debutnya.

9ikanewsdotcom

“Ditemukan” oleh Roberto Mancini
sumber: 9ikanews.com

Pada musim berikutnya, Inter Milan tak lagi ditangani oleh Roberto Mancini. Posisinya digantikan oleh Jose Mourinho. Kedatangan Jose Mourinho tak mengubah status Balotelli di tim yang bermarkas di stadion Guiseppe Meazza ini. Mou bahkan memberikan menit bermain lebih banyak kepada penyerang keturunan Ghana ini. Sepanjang musim 2008/2009, Balotelli bermain di 31 pertandingan dengan raihan sepuluh gol (0,32 gol per pertandingan).

Pada musim keduanya ini, Balotelli mulai bermasalah dengan sang pelatih, Mou menganggap Balotelli tidak berlatih dengan sungguh-sungguh. Meski demikian, pelatih yang menjuluki dirinya sendiri sebagai The Special One ini enggan untuk membiarkan Balotelli dipinjamkan ke klub lain.

articledotwndotcom

Memenangkan treble di bawah asuhan Jose Mourinho
sumber: article.wn.com

Berbagai kontroversi terus dilakukan Balotelli di musim 2009/2010 bersama Inter Milan. Mulai dari dalam hingga luar lapangan, tindakan Balotelli tak lepas dari sorotan media. Di musim yang sekaligus menjadi musim terakhirnya bersama Inter Milan ini, Balotelli mengumpulkan sebelas gol dari 40 kali bermain di berbagai kompetisi (0,28 gol per pertandingan). Setelah membantu Inter Milan meraih tiga gelar juara dalam semusim, Balotelli akhirnya pindah dengan nilai transfer yang dikabarkan mencapai angka 23 juta poundsterling. Kepindahannya ke Manchester City sekaligus menjadi ajang reuni Balotelli dengan Roberto Mancini, pelatih yang berjasa besar mengangkat namanya.

Semua orang tahu Balotelli memiliki kemampuan untuk menjadi pemain nomor satu. Ia memiliki teknik dan fisik yang mendukungnya menjadi penyerang terbaik dunia. Namun, tanda tanya besar mengemuka jika melihat perilaku, komitmen, dan karakternya. Kala itu, boleh jadi hanya Mancini yang percaya bahwa Balotelli dapat memperbaiki perilaku dan fokus pada permainan sepak bolanya sampai akhirnya dapat menjadi, salah satu, jika bukan yang, terbaik di dunia.

Musim pertamanya bermain di Inggris, pemain yang identik dengan nomor punggung 45 ini berhasil memperbaiki rata-rata gol per pertandingan yang ia torehkan musim sebelumnya ketika masih berseragam Inter Milan. Pada musim 2010/2011, dari 28 kali bermain di berbagai kompetisi, Balotelli mencatatkan rata-rata 0,36 gol per pertandingan (total 10 gol). Pada penghujung tahun 2010, Balotelli memenangkan gelar pemain muda terbaik, mengalahkan Jack Wilshere yang berada di bawahnya saat itu.

Musim 2011/2012 boleh jadi merupakan puncak karier seorang Mario Balotelli sebagai pesepak bola. Bermain sebanyak 32 kali, Balotelli mengumpulkan raihan 17 gol, atau 0,53 gol per pertandingan. Pendukung Manchester United mungkin tak bisa lupa bagaimana Balotelli pada musim itu membawa timnya, Manchester City, mempermalukan United di kandangnya sendiri dengan skor telak 1-6. Balotelli mencetak dua gol pertama City pada pertandingan tersebut, salah satunya bahkan menjadi penyebab terkenalnya selebrasi “Why Always Me?” yang ia lakukan. Sukses di level klub dengan membawa City meraih gelar juara Liga Inggris, Balotelli pun hampir berhasil membawa Italia menjuarai Euro 2012 sebelum dikalahkan Spanyol pada saat itu. Super Mario berhasil mencetak tiga gol sepanjang gelaran Euro 2012, sekaligus menjadi top skor bagi kesebelasan Italia.

thehardtackledotcom

Tetap tajam bersama Manchester City
sumber: thehardtackle.com

Ketika musim 2012/2013 dimulai, Balotelli gagal menemukan permainan terbaiknya. Di paruh pertama musim, Balotelli hanya berhasil mencetak tiga gol dari 20 pertandingan (0,15 gol per pertandingan) yang ia lakoni. Puncaknya ialah keributan antara dirinya dengan Mancini saat sesi latihan yang dipercaya disebabkan oleh tindakan berbahaya yang dilakukan Balotelli terhadap rekan satu timnya. Pada transfer tengah musim, Balotelli akhirnya kembali ke Italia dan bergabung dengan AC Milan dengan nilai transfer mendekati 20 juta poundsterling.

Bersama AC Milan yang dipimpin oleh Massimiliano Allegri, Penampilan Balotelli membaik dan berhasil membantu AC Milan menduduki posisi ketiga pada klasemen akhir Liga Italia. Bermain sebanyak 13 kali pada paruh musim kedua, Balotelli mencetak 12 gol, atau mencapai 0,92 gol per pertandingan. Meski setengah dari raihan gol tersebut dicetaknya melalui titik penalti.

thesportsfanjournaldotcom

Tajam, namun belum banyak membantu AC Milan
sumber: thesportsfanjournal.com

Memasuki musim keduanya bersama AC Milan, Balotelli tampil sebanyak 41 kali di berbagai kompetisi dengan torehan 18 gol, dengan catatan masing-masing empat gol di antaranya tercipta melalui titik putih dan tendangan bebas langsung. Tidak seperti musim sebelumnya, penampilan Balotelli tidak berhasil membantu AC Milan menembus papan atas Liga Italia dan terpuruk di peringkat delapan klasemen akhir.

Awal musim 2014/2015 Balotelli pun memutuskan untuk menerima pinangan Liverpool dan bergabung dengan kubu Merseyside Merah. Sayangnya, Balotelli gagal menampilkan permainan impresif sepanjang musim lalu. Alih-alih mempertajam catatan golnya, Balotelli malah meneruskan “hobinya” memperoleh kartu. Sepanjang gelaran Liga Inggris musim lalu saja, angka kartu kuning Balotelli jauh lebih baik dibandingkan torehan golnya dengan rasio 5:1.

Mario Balotelli - Rasio Gol

Grafik Rasio Gol Per Musim Mario Balotelli
klik pada gambar untuk memperbesar

Dengan rekrutan baru Liverpool yang juga berposisi sebagai penyerang seperti Christian Benteke dan Danny Ings, Balotelli tampaknya akan semakin kehilangan tempat di tim inti Liverpool. Menjadi menarik untuk dinantikan ke manakah arah yang dituju Mario Balotelli musim 2015/2016 nanti, apakah Si Bengal ini berhasil mengatasi masalah kepribadiannya dan kembali ke jalan yang benar?

20150727 (19) Meredupnya Sinar Super Mario

Rapor performa Mario Balotelli di 2 musim terakhir
klik pada gambar untuk memperbesar

posted by on Recapitulation

No comments

Oleh Sirajudin Hasbi@Hasbisy

Bali United, salah satu klub yang masih tetap aktif di tengah vakum kompetisi nasional
sumber: twitter @BaliUtd

Bali United memiliki langkah berbeda dengan klub lain ketika kompetisi vakum sebagai buntut pembekuan PSSI oleh Menpora dan konflik keduanya yang berlarut-larut. Jika klub lain memilih untuk “balik kanan bubar,” maka tim yang bermarkas di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, ini terus beraktivitas.

Anak asuh Indra Sjafri tetap memiliki program latihan, melakukan pertandingan persahabatan, hingga melakukan serangkaian kegiatan sosial. Tetap aktifnya Bali United ini diperkirakan akan berdampak bagus bagi skuat ketika nantinya kompetisi kembali berputar dan juga bagus untuk brand klub.

Selama tidak ada kompetisi, Bali United menggelar lima pertandingan persahabatan pada bulan April hingga Juni yang lalu. Latih tanding pertama dengan Timor Leste U-23, Persib Bandung, dua kali dengan Pusamania Borneo FC (PBFC), dan Arema. Berikut ini paparan statistik yang dihimpung oleh Labbola.

liputan6dotcom

Coach Indra Sjafri, tetap menjalankan program dan latihan dengan dukungan penuh manajemen
sumber: liputan6.com

Tiga kemenangan dan dua kekalahan
Dari lima pertandingan yang dijalani, klub kebanggaan Semeton Dewata tersebut mampu meraih tiga kemenangan dan dua kali kalah. Kemenangan diraih saat jumpa Timor Leste U-23, PBFC, dan Arema. Dua kekalahan diderita dari Persib Bandung dan PBFC.

Statistik melawan Timor Leste U-23
Kemenangan perdana diraih di stadion Kapten Dipta, Gianyar, ketika mengalahkan Timor Leste U-23 dengan skor tipis 1-0. Pada pertandingan tersebut, Bali United cukup menguasai permainan dengan membuat 64% penguasaan bola dan mengkreasi 15 peluang di mana enam di antaranya menemui sasaran. Jumlah umpannya juga sangat banyak, mencapai 583 umpan dengan 511 di antaranya sukses.

Karakter permainan Indra Sjafri di Bali United ini tak terlalu berbeda dengan saat dia menukangi timnas U-19. Bola pendek dari kaki ke kaki dengan sesekali umpan panjang. Bali United juga aktif menyerang dari sayap. Mereka membuat 17 umpan silang dengan delapan di antaranya menemui sasaran.

balidottribunnewsdotcom

Bali United unggul 1-0 atas Timor Leste U-23
sumber: bali.tribunnews.com

Statistik melawan Persib
Catatan ini kembali terulang di empat pertandingan berikutnya, meski ada dua yang tak berujung kemenangan. Saat laga melawan Persib pada 17 Mei 2015 di tempat yang sama, anak asuh Indra Sjafri unggul penguasaan bola dengan 51% di mana skuatnya bisa membuat 556 umpan dengan 480 di antaranya sukses. Meski kalah 0-2, Bali United memberi perlawanan dengan membuat 12 peluang tapi hanya tiga yang tepat sasaran. Jumlah umpan silangnya justru meningkat menjadi 24 dengan sembilan sukses.

Statistik dua pertandingan melawan PBFC
Saat dua kali melawan PBFC, klub berjuluk Serdadu Tridatu ini juga unggul tapi punya hasil yang berbeda. Pertandingan pertama di stadion Senggiri, Samarinda, PBFC unggul tipis satu gol tanpa balas. Tapi Bali United menguasai 70% bola. Mereka juga membuat 12 peluang dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. 637 umpan dilepaskan dengan 557 menjadi umpan sukses. Sementara jumlah umpan silangnya 22 kali tapi hanya enam yang menemui rekan setim.

Sementara laga kedua di Gianyar pada 2 Juni 2015, Bali United berganti unggul 3-1. Lagi-lagi unggul penguasaan bola 57%. Tiga gol yang tercipta dari sembilan percobaan tembakan dengan tiga yang tepat sasaran. Jumlah umpan suksesnya 485 atau dengan tingkat akurasi 85%. Tapi, dalam pertandingan ini, tercatat jumlah umpan paling sedikit yang dilepaskan, yakni hanya delapan kali dengan lima di antaranya menemui sasaran. Secara efektivitas paling baik, karena itu berarti akurasi umpan silangnya 63%.

radarcirebondotcom

Melawan PBFC, Bali United mencatat rekor sekali menang dan sekali kalah
sumber: radarcirebon.com

Statistik melawan Arema
Setelah dua kali kemenangan dan dua kali kekalahan, laga melawan Arema pada 14 Juni 2015 jelas jadi ujian penting bagi Bali United. Program latihan yang terus berjalan dengan rapi meski kompetisi vakum terbukti berbuah hasil manis dengan kemenangan tipis 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kemenangan itu jelas penting karena sang lawan merupakan tim kuat dan punya sederet bintang. Berbeda dengan Bali United yang lebih banyak dihuni pemain muda. Semeton Dewata pun puas karena klub kesayangannya bisa menguasai jalannya pertandingan di kandang Singo Edan.

Penguasaan bola sama kuat, berbagi angka 50%. Tapi, Bali United mampu membuat 15 peluang. Lima di antaranya menemui sasaran dengan akurasi 33%. Bayu Gatra dan kawan-kawan melepaskan 547 umpan dengan 457 umpan sukses. Jumlah terkecil dibanding pertandingan lainnya. Akurasinya 84% juga merupakan yang paling kecil. Sementara umpan silangnya 15 kali dengan enam umpan silang berhasil.

Statistik bertahan
Selain punya catatan bagus dalam menyerang, statistik bertahan Bali United cukup bagus. Dalam lima pertandingan, 186 kali memenangi duel udara (dari total 229 duel), 114 kali tekel sukses (dari 202 tekel), serta 129 kali intersep, dan 80 kali sapuan. Penjaga gawang melakukan 15 kali penyelamatan dari lima pertandingan tersebut.

Pemain Bali United tercatat membuat 64 pelanggaran dari lima pertandingan. 12 di antaranya diganjar dengan hukuman kartu kuning. Tapi, tanpa satu pun kartu merah.

goaldotcom

Skuat Bali United
sumber: goal.com

Fadhil Sausu gelandang dengan statistik terbaik
Nama Fadhil Sausu tercatat sebagai gelandang dengan catatan statistik terbaik. Fadhi bermain selama 432 menit. Hanya pertandingan melawan PBFC di Gianyar dia tak bermain penuh. Fadhil mengkreasi empat peluang dari lima pertandingan. Dia juga membuat 454 umpan sukses dengan akurasi umpan 90%.

Fadhil juga aktif dalam bertahan. Dia mampu memenangi delapan kali duel udara, 12 tekel sukses, 22 memotong bola, serta tiga kali sapuan. Catatan lainnya, Fadhil mampu membuat 8 kali take-on sukses.

balidottribunnewsdotcom 2

Fadil Sausu, rapor statistiknya termasuk yang terbaik selama masa uji coba
sumber: bali.tribunnews.com

Lerby Eliandry penyerang tertajam Bali United
Seperti halnya ketika Liga Super Indonesia (LSI) berjalan, Lerby Eliandry tetap jadi penyerang tertajam Bali United. Dari lima gol yang dicetak Bali United dari lima pertandingan, dua di antaranya dicetak oleh Lerby.

Total Lerby bermain selama 396 menit. Dia membuat 16 kali percobaan tembakan ke arah gawang dengan enam di antaranya menemui sasaran. Lerby juga mengkreasi enam peluang lainnya dan 99 umpan sukses dari lima laga. Catatan lainnya, Lerby memenangi 14 kali duel udara dan dua kali take-on sukses, serta sempat 13 kali kehilangan bola.

bolaindodotcom

Lerby Eliandry, tetap menjadi penyerang tertajam Bali United
sumber: bolaindo.com

Solidnya Ricky Fajrin
Untuk pemain bertahan, nama Ricky Fajrin tercatat memiliki statistik terbaik. Bermain selama 389 menit, Ricky Fajrin mengoleksi 21 tekel sukes, 11 kali memotong bola, serta sembilan kali sapuan. Jumlah umpan suksesnya, 173 kali, lalu 14 kali memenangi duel udara. Dia juga membuat dua kali pelanggaran, sembilan kali take-on sukses, serta sepuluh kali kehilangan bola.

balidottribunnewsdotcom 3

Ricky Fajrin, menunjukkan performa memuaskan di masa uji coba
sumber: bali.tribunnews.com

Melihat catatan yang ada, Bali United punya progres yang baik dalam permainannya. Tetap aktif selama kompetisi vakum akan jadi senjata utama mereka jika sewaktu-waktu liga kembali bergulir. Pemain jadi siap kapan pun bermain dan kekompakan tim terjaga. Lebih dari itu, skema permainan yang diinginkan Indra Sjafri benar-benar bisa dibentuk dengan waktu yang relatif lama ini. Jangan heran jika Bali United bisa mengejutkan pada musim yang baru mendatang karena ketika tim lain sedang beradaptasi, mereka sudah panas dan siap memberikan yang terbaik.

Namun di sisi lain, hal ini tentu menguji kemampuan Indra Sjafri. Dengan tersedianya semua hal yang dibutuhkan, tidak ada alasan bagi pelatih asal Sumatera Barat itu untuk tidak sukses. Tidak ada lagi alasan mepetnya persiapan.

20150724 (15) Bali United Giat Meningkatkan Kemampuan Selama Kompetisi Vakum

Rapor Statistik Bali United di laga persahabatan periode April – Juni 2015
klik pada gambar untuk memperbesar