posted by on Analysis

No comments

Tim Nasional (TimNas) Indonesia harus takluk dengan kekalahan telak 0 – 4 dari Filipina di lanjutan babak penyisihan Grup A Piala AFF 2014 (25/11). Bagi Filipina, kemenangan ini memastikan langkah mereka ke babak semifinal untuk yang ketiga kalinya secara berturut-turut sejak ajang Piala AFF 2010. Sementara bagi Tim Garuda, peluang untuk lolos ke semifinal menipis menyusul kekalahan ini.

Thomas Dooley di kubu Filipina dan Alfred Riedl di kubu Indonesia sama-sama menurunkan formasi ofensif di laga ini. Patrich Reichelt yang di pertandingan melawan Laos (22/11) masuk dari bangku cadangan dan mencetak 2 gol bagi Filipina, kini bermain sebagai starter. Sedangkan Firman Utina dan Samsul Arif menggantikan Manahati Lestusen dan Boaz Solossa yang di pertandingan melawan Vietnam (22/11) bermain sejak menit awal.

Babak 1
Indonesia langsung mendapat peluang di menit ke-2, ketika tendangan bebas Firman Utina gagal diamankan pemain belakang Filipina. Kemelut yang terjadi di depan gawang Filipina hampir dapat dimanfaatkan Achmad Jufriyanto. Sayang tembakannya masih dapat diamankan kiper Patrick Deyto.

2 menit berselang, giliran Filipina yang mengancam gawang Indonesia. Misagh Bahadoran memberikan umpan silang terukur kepada Reichelt dari sisi kanan pertahanan Indonesia. Namun, sundulan Reichelt masih terlalu lemah dan dapat dengan mudah ditangkan oleh Kurnia Meiga.

Di menit ke-10, giliran Bahadoran yang menciptakan peluang. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti Indonesia gagal diblok dengan baik oleh Zulkifli Sukur. Beruntung, Meiga masih sigap untuk melakukan penyelamatan gemilang.

Petaka menghampiri Tim Garuda di menit ke-15. Zulkifli gagal memberikan operan back pass kepada Meiga, sehingga bola berhasil direbut oleh Phil Younghusband yang langsung menggiring bola ke kotak penalti Indonesia. Firman yang mencoba menghalau justru melakukan pelanggaran yang menyebabkan penalti untuk Filipina. Atas pelanggarannya tersebut, Firman harus menerima kartu kuning. Phil Younghusband yang mengeksekusi penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan mengubah skor menjadi 1 – 0 untuk Filipina.

Tidak lama setelah gol tersebut, Filipina kembali mendapat peluang emas. Menerima umpan terobosan Bahadoran, Reichelt melakukan tembakan first time yang masih melebar ke sisi kanan luar gawang Meiga.

Indonesia mendapat peluang di menit ke-31, lagi-lagi melalui situasi set piece. Umpan tendangan bebas Firman berhasil disambut Serginho van Dijk (SvD) dengan sundulan. Sayangnya, sundulan SvD masih melebar.

Peluang kembali dicatat Indonesia di menit ke-44. Umpan terobosan M. Ridwan membebaskan Zulkifli di sisi kiri pertahanan Filipina. Umpan silang mendatar Zulkifli tidak dihalau dengan baik oleh pemain belakang Filipina. Namun, tembakan overhead Samsul masih melambung jauh.

Di injury time babak pertama, Daisuke Sato nyaris mencetak gol bunuh diri. Umpan tendangan bebas Firman yang coba dihalau bek kiri Filipina tersebut lewat sundulan justru mengarah ke gawang Deyto. Beruntung, Deyto masih dapat menepis bola keluar. Babak pertama berakhir dengan skor 1 – 0 untuk Filipina.

Babak 2
Alfred Riedl memasukkan Boaz dan menarik keluar M. Ridwan sebelum kick off babak kedua untuk menambah daya gedor di lini depan. Pergantian ini membuat formasi Indonesia menjadi ultra-ofensif. Konsekuensinya, tembok pertahanan Indonesia menjadi semakin tipis. Hal ini terbukti di menit ke-52, Manuel Ott berhasil menerima umpan cut back tepat di depan kotak penalti Indonesia tanpa mendapat penjagaan berarti. Tanpa ampun, Ott melepaskan tembakan yang menghujam pojok kanan gawang Meiga. Filipina unggul 2 – 0.

Tertinggal 2 gol membuat mental pemain Indonesia menjadi turun dan cenderung fokus untuk menyerang tanpa memikirkan pertahanan. Tampak beberapa kali Bahadoran bergerak bebas tanpa terkawal di sisi kanan pertahanan Indonesia. Di menit ke-64, Filipina kembali mengancam gawang Meiga. Umpan sepak pojok Ott disambut oleh Robert Gier dengan tembakan flick yang masih dapat ditepis oleh Meiga.

Pergantian kembali dilakukan oleh Riedl di menit ke-65. Kali ini Cristian Gonzales masuk menggantikan Zulham, sehingga Indonesia memiliki 4 pemain menyerang dalam formasinya: Gonzales, SvD, Boaz dan Samsul. Pergantian ini semakin membuat lini tengah dan belakang Indonesia semakin rentan.

Di menit ke-68, Filipina kembali menyerang kotak penalti Indonesia. Zulkifli sebetulnya berhasil menghentikan serangan tersebut, bola yang sudah diamankan justru ditangkap oleh Meiga sehingga Zulkifli dianggap melakukan pelanggaran back pass. Dengan cerdik, Phil Younghusband segera mengambil tendangan bebas tak langsung di dalam kotak penalti Indonesia sementara Meiga, Zulkifli dan M. Roby masih belum siap. Operan Younghusband tanpa kesulitan diselesaikan oleh Martin Steuble dan membawa Filipina menjauh dengan skor 3-0.

5 menit berselang, rentannya lini pertahanan Indonesia kembali dieksploitasi oleh Filipina. Lewat serangan balik cepat, Phil Younghusband berhasil mengecoh Rizky Pora di garis tengah lapangan dan berlari bebas memasuki kotak penalti Indonesia. Pergerakan pemain bernomor punggung 10 tersebut harus dihentikan oleh Rizky dengan melakukan pelanggaran last man yang berbuah kartu merah bagi bek kiri Indonesia tersebut. Dari tendangan bebas yang dihasilkan, Younghusband nyaris menambah keunggulan Filipina. Beruntung Meiga masih dapat menyelamatkan gawang Indonesia.

Unggul 3 gol dan jumlah pemain membuat Filipina sedikit mengendurkan tekanan. Di menit ke-77, Indonesia mencatat shot on goal keduanya di sepanjang pertandingan melalui Gonzales. Menyambut umpan sepak pojok Zulkifli, Gonzales melakukan sundulan yang masih dapat diamankan oleh Deyto.

Tidak lama kemudian, giliran Filipina yang memperoleh sepak pojok menyusul tendangan bebas Phil Younghusband yang membentur pagar pemain Indonesia. Setelah melakukan kombinasi, Manuel Ott mengirim umpan silang kepada Gier yang berdiri tanpa kawalan tepat di depan Meiga. Sundulan Gier masih membentur tiang, namun bola pantulan berhasil dicocor masuk ke gawang Meiga oleh bek Filipina tersebut. 4 – 0 untuk Filipina.

Di akhir pertandingan, Indonesia sempat mendapat 2 peluang dari Maitimo dan SvD. Tembakan keras Maitimo dari luar kotak penalti masih terlalu tinggi dari gawang Filipina, sementara tembakan bebas SvD tepat di depan kotak penalti Filipina masih melebar. Pertandingan berakhir dengan skor 4 – 0 untuk The Azkals.

***

Philippines vs IndonesiaAdu strategi ofensif antara Dooley dengan Riedl berakhir dengan kemenangan telak Filipina atas Indonesia. Keunggulan Filipina dalam laga ini terletak pada kesabaran dalam membangun serangan dan kecerdasan dalam memanfaatkan celah di pertahanan Indonesia. Sedangkan Indonesia gagal menerapkan permainan menyerang karena Filipina mampu dengan mudah mengantisipasi permainan direct ball Indonesia. Dalam situasi ini, improvisasi para pemain Indonesia tidak keluar, sehingga permainan Tim Merah Putih mandek. Ditambah lagi, kebobolan duluan membuat mental Zulkifli Sukur dkk. menjadi turun.

Menempatkan duet Raphael Maitimo-Firman Utinda di lini tengah memang menjanjikan permainan ofensif. Namun konsekuensi dari pola tersebut adalah lini belakang yang semakin rawan. Karena baik Firman maupun Maitimo bukanlah tipe gelandang defensif. Hal ini yang dimanfaatkan oleh Filipina dengan bermain sabar dan efektif.

Unggul di menit ke-15 membuat Filipina mampu mendikte permainan Indonesia di sisa 75 menit pertandingan. Jerry Lucena dkk. bermain lebih rileks setelah unggul, sedangkan Indonesia terlalu fokus untuk menyerang. Persentase ball possession di mana Filipina unggul 60% berbanding 40% sudah cukup membuktikan dominasi mereka di laga ini. Dengan menguasai permainan, Filipina mampu bermain agresif dan mencatat total 27 tembakan, di mana 10 diantaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Indonesia yang lebih sering memanfaatkan situasi set piece hanya mencatat 9 tembakan, dengan 2 diantaranya yang mengarah ke gawang.

Di sisi lain, Indonesia tampak masih kesulitan untuk mengembangkan permainan sederhana, terutama ketika lawan bermain menekan. Sama dengan ketika melawan Vietnam, pemain-pemain Indonesia cenderung memainkan bola-bola lambung yang langsung ditujukan kepada SvD di depan. Gaya bermain inilah yang mudah diantisipasi oleh Filipina. Peluang yang didapat Indonesia kebanyakan berasal dari situasi set piece, bukan melalui penyusunan serangan yang terstruktur. Dewi Fortuna masih menaungi Tim Garuda di laga melawan Vietnam, namun tidak untuk laga ini.

Phil Younghusband pantas mendapat gelar Man of the Match di laga ini. Perannya sebagai otak serangan Filipina mampu dijalani dengan baik. Torehan 1 gol dan 1 assist semakin membuktikan kualitas pemain bernomor punggung 10 ini.

Phil Younghusband

posted by on Analysis

No comments

Indonesia menjalani pertandingan pertamanya di ajang Piala AFF 2014 melawan tuan rumah Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Ha Noi (22/11). Pelatih Alfred Riedl menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Serginho van Dijk (SvD) sendirian di lini depan. Sementara di kubu Vietnam, pelatih Toshiya Miura menggunakan pola 4-4-2 dengan mengandalkan duet Pham Thanh Luong dan Nguyen Van Quyet.

Babak 1
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Vietnam langsung mengambil alih serangan sejak menit awal. Tercatat, di 2 menit pertama pertandingan, pemain-pemain Vietnam melepaskan 3 umpan silang. Di menit ke-6, Pham Thanh Luong melepas tembakan dari luar kotak penalti Indonesia, namun masih melebar.

Baru di menit ke-9, Vietnam berhasil melakukan tembakan ke arah gawang. Nguyen Anh Hai berhasil merangsek masuk ke dalam kotak penalti Indonesia dan melepaskan tembakan keras. Beruntung, Kurnia Meiga berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Namun, dari sepak pojok menyusul penyelamatan tersebut, Indonesia akhirnya kebobolan. Sundulan SvD yang bermaksud membuang bola justru mengarah ke Que Ngoc Hai. Tanpa terkawal, pemain bernomor punggung 15 tersebut melakukan tembakan lob tanpa bisa dihalau Meiga dan Zulkifli di garis gawang Indonesia. 1-0 untuk Vietnam di menit ke-11.

Setelah gol tersebut, Indonesia masih kesulitan untuk keluar menyerang. Permainan menekan yang diterapkan Vietnam membuat pemain-pemain Indonesia kehilangan bola dengan mudah. Hingga menit ke-30, Indonesia terus berada di bawah tekanan Vietnam, yang kerap mencecar sisi kiri pertahanan Tim Merah Putih.

Di menit ke-33, umpan early cross yang dilepaskan Raphael Maitimo gagal diamankan oleh pemain belakang Vietnam. Bermaksud memberikan sundulan back pass kepada kiper, Dien Thinh Tanh justru memberikan bola kepada Zulham Zamrun yang masuk dari sisi kanan pertahanan Vietnam. Dengan tembakan first time menyilang, Zulham berhasil membobol gawang Vietnam dan menyamakan kedudukan untuk Indonesia.

Tim Garuda baru dapat bermain lebih rileks menyusul gol Zulham. Namun, pertahanan Vietnam masih terlalu sulit untuk ditembus oleh Boaz Solossa dkk. Indonesia tidak lagi mencatat tembakan di sisa babak pertama. Sedangkan Vietnam sempat mencatat peluang sebelum babak pertama usai. Tembakan Que Ngoc Hai menyusul sepak pojok masih bisa dihalau sebelum melewati garis gawang. Babak pertama usai dengan kedudukan 1-1.

Babak 2
Vietnam tetap bermain menekan di awal babak kedua, dan langsung memperoleh rangkaian peluang emas di menit ke-50. 2 kali tembakan yang Nguyen Hai Anh di dalam kotak penalti Indonesia masih dapat diblok oleh pemain dan tiang gawang Indonesia. Peluang kembali didapat dari sepak pojok. Namun, sundulan Que Ngoc Hai masih melebar.

Toshiya Miura memasukkan penyerang berpengalaman Le Cong Vinh menggantikan Nguyen Hai Anh di menit ke-55. Masuknya Cong Vinh membuat serangan Vietnam semakin tajam. Beberapa saat setelah ia masuk, Vietnam kembali mendapat peluang. Namun sundulan Vu Minh Tuan masih dapat ditangkap dengan mudah oleh Meiga.

Indonesia baru mendapat peluang di menit ke-57. Menyambut umpan silang Boaz, SvD melakukan sundulan yang sayangnya masih keluar sasaran. Vietnam membalas peluang tersebut, lagi-lagi melalui Vu Minh Tuan. Namun tembakan gelandang Vietnam tersebut dari luar kotak penalti masih melebar.

Alfred Riedl menarik keluar Boaz dan memasukkan Samsul Arif di menit ke-61 untuk meningkatkan mobilitas serangan Indonesia. Peluang kembali didapat Indonesia di menit ke-67. Menyambut sepak pojok Zulham Zamrun, Achmad Jufriyanto melakukan sundulan tepat di depan gawang Vietnam. Sayangnya sundulan JuPe masih melambung tinggi dari gawang Tran Nguyen Manh.

Tidak lama berselang, Vietnam kembali mengancam pertahanan Indonesia. Nguyen Van Quyet bermain umpan 1-2 dengan Cong Vinh di sisi kanan pertahanan Indonesia. Zulkifli Sukur yang berniat mencegah umpan pantulan diterima oleh Van Quyet justru menyundul bola ke hadapan Cong Vinh. Striker Vietnam tersebut lalu melepaskan tembakan half volley yang menghujam sisi kiri gawang Meiga. 2-1 untuk Vietnam.

Gol tersebut membuat Vietnam sedikit mengurangi intensitas tekanannya. Hal ini dimanfaatkan oleh Alfred Riedl yang segera memasukkan Firman Utina untuk menggantikan Manahati Lestusen di menit ke-76. Meskipun demikian, Indonesia masih tampak kesulitan menembus pertahanan Vietnam, baik dari tengah maupun dari sisi sayap.

Lalu di menit ke-84, Indonesia mendapat keuntungan besar. Menyusul kelengahan bek Vietnam, Samsul Arif berhasil masuk ke dalam kotak penalti dan melakukan tembakan spekulasi. Bola yang seharusnya dapat dengan mudah diamankan justru gagal ditangkap dan masuk ke dalam gawang melewati dua kaki Nguyen Manh. Vietnam 2-2 Indonesia.

Tim tuan rumah yang tersentak gol Samsul kembali memanaskan mesin serangan mereka. Di menit ke-88, Ngo Hoang Tinh memberikan umpan terobosan kepada Vu Minh Tuan yang masuk dari sisi kiri pertahanan Indonesia. Tanpa bisa dikejar Risky Pora, Minh Tuan berhadapan 1-lawan-1 dengan Meiga. Beruntung, Meiga dapat sigap menepis tembakan mendatar Minh Tuan.

Vietnam mendapat peluang emas terakhir mereka di masa injury time. Menyambut umpan silang Pham Thanh Luong, Nguyen Van Quyet yang berdiri bebas di dalam kotak penalti Indonesia dengan sundulan kepala. Beruntung bagi Indonesia, tandukan Van Quyet masih melambung di atas mistar Meiga. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2.

***

Indonesia memperoleh keuntungan besar dari hasil imbang ini. Kualitas permainan Indonesia berada cukup jauh di bawah Vietnam pada pertandingan ini. Pemain-pemain Indonesia sering tampak kesulitan untuk keluar dari tekanan para pemain Vietnam yang bermain disiplin dalam bertahan dan menyerang. Terlebih lagi, status sebagai tuan rumah membuat pemain-pemain Vietnam bermain semangat dan termotivasi.

Permainan menekan Vietnam terfokus pada serangan bergelombang yang datang dari sisi sayap. 2 bek sayap Vietnam aktif membantu serangan, sementara 2 gelandang tengah mereka bermain solid untuk mencegah serangan balik Indonesia dari wilayah sentral. Strategi ini cukup ampuh, sehingga membuat Indonesia tertekan dan lebih sering memilih untuk memberikan operan-operan direct kepada SvD yang sendirian di lini depan Tim Merah Putih.

Semua gol yang tercipta di laga ini diawali oleh kesalahan elementer pemain dari masing-masing tim saat bertahan. Sapuan (clearance) yang tidak sempurna dari SvD dan Zulkifli menyebabkan Indonesia kebobolan 2 gol. Sementara kurang koordinasi dan blunder kiper menjadi penyebab 2 gol bersarang ke gawang Vietnam.

Dominasi Vietnam di pertandingan ini ditunjukkan dengan angka persentase penguasaan bola, di mana tim tuan rumah unggul 59% berbanding 41%. Angka jumlah tembakan yang dilepaskan juga menunjukkan perbedaan kualitas permainan kedua tim. Vietnam mencatat 21 tembakan, dengan 7 diantaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Indonesia hanya menorehkan 4 tembakan, yang 2 diantaranya berbuah gol.

Kurnia Meiga dapat dikatakan sebagai pemain terbaik Indonesia di laga ini lewat 5 penyelamatan penting yang ia lakukan. 2 dari total 5 penyelamatan tersebut tergolong penyelamatan gemilang yang dilakukan oleh penjaga gawang Arema tersebut. Sementara dari kubu tuan rumah, peran Vu Minh Tuan yang begitu besar dalam permainan menyerang Vietnam cukup membuktikan sayap kanan bernomor 21 itu sebagai pemain terbaik. Minh Tuan mencatat 6 tembakan, di mana 3 diantaranya mengarah ke gawang dengan akurasi 50%. Hanya kolom ‘gol’ yang kurang dari data statistik Minh Tuan di laga ini.

Vietnam vs Indonesia

Statistik Pertandingan – Grup A AFF Championship 2014
Vietnam vs Indonesia

posted by on Infographic, Statistics For Fun

No comments

Kejuaran sepak bola se-Asia Tenggara atau yang lebih dikenal dengan Piala ASEAN Football Federation (AFF) edisi 2014 akan segera bergulir. 8 tim nasional negara-negara Asia Tenggara dibagi ke dalam 2 grup. Di Grup A terdapat tuan rumah Vietnam yang tergabung bersama Indonesia, Filipina, dan Laos. Sementara di Grup B ada Malaysia, Thailand, Myanmar, dan tuan rumah Singapura. 2 tim teratas akan lolos ke babak semifinal dengan sistem home-away. Pemenang laga semifinal akan bertanding memperebutkan status terbaik di Asia Tenggara di partai puncak, yang juga akan dimainkan dengan sistem home-away.

Persaingan antar tim peserta di edisi 2014 ini dipercaya akan semakin ketat. Beberapa tim mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam hal komposisi pemain, jajaran pelatih, dan pencapaian dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Juara edisi 2012, Singapura, misalnya, yang kali ini turun tanpa didampingi pelatih Radojko Avramovic, yang telah memberi 3 gelar juara Asia Tenggara kepada negara-kota tersebut. Indonesia, yang kini kembali dilatih oleh Alfred Riedl akan mencoba mengubah peruntungannya di ajang ini, setelah di edisi 2012, Tim Merah Putih gagal total menyusul permasalahan dualisme organisasi. Myanmar, yang tim U-19-nya berhasil lolos ke Piala Dunia U-20 2015, dan kini dilatih oleh Avramovic, berpeluang untuk menjadi kuda hitam di edisi kali ini. Jangan lupakan juga Vietnam dan Thailand yang kali ini turun dengan komposisi tua-muda yang siap mengulang kejayaan mereka di edisi-edisi lampau.

Sebelum menikmati sajian Piala AFF 2014, mari kita bahas sedikit pergelaran Piala AFF 2012 lalu. Berikut infografik Top 3 Team Statistics dari ajang Piala AFF 2012.

Untitled-3-01 (1)

Klik pada gambar untuk memperbesar

 

14
Total gol yang dicetak oleh Singapura, yang juga keluar sebagai juara di edisi 2012. 13 gol tersebut dicetak Khairul Amri dkk. dalam 7 pertandingan (3 penyisihan grup, dan masing-masing 2 di semifinal dan final). Angka ini menjadi yang terbanyak dibandingkan tim-tim lain.

41
Total jumlah tembakan ke arah gawang yang ditorehkan oleh pemain-pemain Singapura, dengan rataan 5.86 tembakan ke arah gawang per pertandingan. Angka 41 ini menjadi yang terbanyak dibandingkan tim-tim lain. Namun, rataan tembakan ke arah gawang per pertandingan Singapura masih di bawah Malaysia, yang mencatat 6 tembakan ke arah gawang per pertandingan.

429
Total jumlah intercept sukses yang dilakukan oleh pemain-pemain Singapura dari 7 pertandingan yang mereka jalani di Piala AFF 2012. Rata-rata Daniel Bennett dkk. melakukan 61.29 intercept sukses dalam 1 pertandingan.

366
Total jumlah tackling yang dilakukan oleh pemain-pemain Thailand dari 7 pertandingan yang mereka jalani di Piala AFF 2012. 157 tackling berhasil dilakukan dari total 366, dengan persentase akurasi 42.9%

2188
Total jumlah operan sukses yang dilepaskan pemain-pemain Thailand dari 7 pertandingan Piala AFF 2012, yang juga tercatat sebagai angka operan sukses terbanyak di ajang tersebut. Rata-rata operan sukses Adul Lahso dkk. mencapai 312.57 per pertandingan, dengan persentase akurasi 79.22%.

*****

Selain statistik per-tim, kami juga mencatat statistik per-individu di ajang Piala AFF 2012. Berikut infografik Top 5 Players’ Statistics Piala AFF 2012.

AFF 2012 Top 3 5 Players' Statistics

Klik pada gambar untuk memperbesar

5
Total gol yang dicetak oleh Shahril Ishak (Singapura) dan Teerasil Dangda (Thailand) di Piala AFF 2012. Dangda menjadi top skorer di ajang ini karena mencatat angka rata-rata yang lebih tinggi. Striker Thaliand tersebut hanya bermain 6 kali, sementara Shahril bermain 7 kali.

9
Total tembakan ke arah gawang yang dilepaskan Noorshahrul Idlan bin Talaha (Malaysia) dari total 5 laga yang ia mainkan di AFF 2012. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan pemain-pemain lain. Namun, Noorshahrul hanya berhasil mencetak 1 gol di ajang ini.

26
Jumlah penyelamatan yang dilakukan oleh kiper Singapura, Izwan Mahbud, dari total 7 pertandingan yang ia jalani, yang juga menjadi angka tertinggi di antara kiper-kiper lain di ajang Piala AFF 2012. Rata-rata, Izwan melakukan 3.71 penyelamatan per pertandingan.

37
Total tackling sukses yang ditorehkan Adul Lahsoh (Thailand) dari total 6 pertandingan yang ia jalani di Piala AFF 2012, yang juga menjadi angka tertinggi dibandingkan pemain-pemain lain. Pemain yang di edisi 2014 menjadi kapten Thailand ini rata-rata melakukan 6.16 tackling sukses per pertandingan.

311
Total operan yang dilepaskan Teerathorn Butmathan (Thailand) dari 6 laga Piala AFF 2012 yang ia jalani, yang juga menjadi angka tertinggi dari semua pemain di ajang ini. 224 operan dari total 311 sukses dilepaskan, dan menghasilkan angka persentase akurasi operan 88.6%.

http://labbola.com/pembesar-penis.html
pembesar penis